Apresiasi Penolakan Tambang Batu Bara di Prabumulih - BERANTAS SUMSEL.ID

Breaking

Tegas, Akurat dan Terpercaya

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, 12 Desember 2020

Apresiasi Penolakan Tambang Batu Bara di Prabumulih


PRABUMULIH, BS.ID - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Prabumulih dalam rangka sharing atau konsultasi serta berdiskusi terkait dengan pertanian di Kota Prabumulih. 

Kunjungan kerja yang diterima langsung Walikota Prabumulih Ir, H Ridho Yahya MM didampingi Wakil Walikota Prabumulih H Andriansyah Fikri SH serta diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Prabumulih di ruang rapat Lantai 1 Pemkot Prabumulih, Jumat (11/12/2020), lalu.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bangka Jumadi mengatakan, kunjungan kerja untuk saling sharing terkait pertanian di Prabumulih. Namun tak hanya itu, pada pertanyaan-pertanyaan dan sesi diskusi juga membahas tentang pemanfaatan bioflok dan pertambangan. 

"Seperti yang jelaskan pak walikota tadi sangat luar biasa khususnya untuk tambang batu bara bisa ditolak oleh Kota Prabumulih, tentu ini akan menjadi referensi kami anggota DPRD Kabupaten Bangka untuk mengkaji masalah pertambangan timah di Kabupaten Bangka," ujar Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bangka, Jumadi ketika di wawancarai wartawan. 


Jumadi menyampaikan, kunker ke Kota Prabumulih juga membahas tentang pemanfaatan bioflok yang merupakan salah satunya program Bupati Kabupaten Bangka. 

"Kita ingin mempelajari juga dan mendengarkan juga ke masyarakat untuk melakukan itu (bioflok) karena peluangnya cukup luar biasa juga. Tapi kendala hanyalah masalah pemasarannya karena kita daerah kepulauan," tuturnya. 

Lebih lanjut, pria yang merupakan Fraksi PDI Perjuangan ini menjelaskan selain bioflok, untuk tanam-tanaman seperti jahe merah itu pemanfaatan di Kabupaten Bangka potensinya luar biasa karena jahe merah itu berkisaran harga satu kilonya sekitar Rp 6 ribu.

"Jadi potensinya luar biasa tinggal dipemasarannya. Kalau pemasarannya di Kabupaten Bangka itu secara skala besar itu enggak memungkinkan sebab kita kalau di Kabupaten Bangka itu hanya dibawah 20 ton per provinsi yang bisa kita konsumsi," ucapnya seraya menuturkan apresiasinya kepada Kota Prabumulih salah satunya kota yang bisa menolak tambang batu bara dan menjadi referensi para Anggota DPRD Kabupaten Bangka. 


Dilain kesempatan, Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM mengatakan sangat menerima kunjungan kerja dari anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bangka dalam hal saling sharing dan mengenalkan program Kota Prabumulih. 

"Tadi membahas tentang pertanian serta pemanfaatan bioflok di Kota Prabumulih, dan kita juga belajar pengalaman dari mereka ternyata tidak ada korelasinya antara explorasi sama kesejahteraan masyarakat," tutupnya. (Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here